Kamis, 01 Agustus 2013

28 : Cinta Iron Man



Aku pikir ini saatnya, untukku mengakui.  Aku tidak bisa hidup tanpa kamu. Mungkin pernah aku katakan “aku tidak bisa hidup di dunia yang tidak ada kamu di dalamnya..” kenyataannya.  Aku tidak bisa hidup tanpa kamu.  Hidup yang tidak pernah mengenal siapa kamu, mata yang tidak pernah melihat senyum kamu, telinga yang tidak pernah mendengar setiap kata “I Love You” dari kamu, atau bahkan hati yang tidak pernah diketuk cinta Iron Man kamu itu.
Iya, Iron Man.  Yang kata kamu artinya Manusia Setrika - an dalam bahasa Indonesia.
Tapi dia kuat, Ras. Seperti cinta kamu.  Saat dulu, hati aku kaya pintu neraka.  Yang punya tujuh lapis gerbang, kamu tanpa lelah, terus mengetuk dari waktu ke waktu.  Saat pintunya tidak bisa kamu tembus, kamu punya jendela untuk dicongkel.  Semuanya hanya untuk satu cara, masuk ke dalam hatiku.  Sekarang setelah masuk, rasakan! Kamu tidak akan pernah bisa keluar.
Karena gerbang-gerbang yang tinggi itu, ruangan yang tidak berpintu dan tidak memiliki jendela itu memang aku bangun untuk menjebak cinta kamu agar tetap tinggal di sana.  Seperti penjara Azkaban.  Bukan North castle nya Snow White.  Aku harap kamu tidak pernah menemukan paku agar bisa kabur dari sana.
Aku tidak mengerti, Ras. Kenapa aku harus jatuh cinta, pada sesama lelaki.  Tapi aku rasa, semakin aku jauh mencari dan terus mengatakan aku tidak mengerti.  Sejauh itu juga aku akan semakin jatuh cinta sama kamu.
Aku pernah, mencoba mencari alasan kenapa aku ‘Harus Jatuh Cinta’ sama kamu.  Jawabannya sederhana.  Karena cinta itu sendiri yang mengantarkan aku ke tim basket, bertemu dengan kapten nya yang sengak dan sok pamer, padahal kemampuannya nol setengah.  Iya setengah, karena aku harus sportif dan mengakui three poin kamu emang keren.
Kamu kalau lagi tidur, capek nya ilang, cemburuannya ilang, bawelnya ilang, dan suka marah-marahnya ilang.  Hanya udara sejuk yang aku rasakan begitu hidung kamu hinggap di dekat pipiku.  Cuma lagi tidur kamu berhenti mengeluh soal banyaknya pekerjaan kamu, Cuma lagi tidur juga tangan kamu masih bisa menemukan benda favorit kamu. “benda yang bikin gue nyenyak tidur tiap malem” komen kamu di foto itu.
Kata kamu: “suatu saat kita bakalan berhenti mencari-cari jawaban dari pertanyaan bodoh ini” aku kira inilah waktu yang kamu katakan itu.  Aku lelah jika harus mencari jawaban, kenapa kita berbeda dari orang kebanyakan.  Benar-benar sebuah pertanyaan bodoh, aku tidak ingin jadi lebih bodoh lagi dengan tidak mengatakan ‘aku tidak bisa hidup tanpa kamu’
Pernah merasa tersesat di puncak gunung?  Tengah malam, tidak ada teman dan kamu kehabisan makanan??
Aku membayangkan dunia yang tidak ada kamu di dalamnya bakalan seperti itu.  Silahkan pergi.  Tapi ikhlaskan aku untuk mengalami hal yang seperti itu.  Aku selalu ingin ada kamu Ras, selalu ingin melihat senyum kamu, selalu ingin kamu telpon untuk nungguin di kantor, selalu ingin membuat kantor kamu berantakan, selalu, selalu ingin tidur di paha kamu saat kamu nyetir.
Begitu banyak hal yang aku inginkan, yang aku minta, tapi aku sendiri terasa tidak pernah bisa memberikan apapun buat kamu.  Iya, aku masih membuat kamu marah-marah karena memasukan saos yang banyak ke dalam mangkok bakso kita, mandi ku yang bisa sampai satu jam padahal kamu harus segera ke kantor, kamu yang selalu bilang aku teledor saat lupa mengenakan jas hujan sewaktu bawa motor.
Semua yang kamu lakukan sangat berarti, yang akhirnya membuatku tidak bisa kehilangan itu semua. 
Aku tidak mungkin bisa kehilangan orang dungu yang datang ke mama mengaku pacar anaknya, untung mama tidak serangan jantung siang itu.  Aku tidak akan bisa mencari lagi, orang yang mengajari mulai dari nyetir sampai balapan.  Aku, aku tidak akan bisa lagi berlari hanya untuk meninggalkan seorang juara marathon di hatiku.
Jika suatu saat, kamu pergi.  Aku hanya akan jadi orang yang susah ‘Move On’.  Karena menurutku orang yang tidak bisa move on, adalah orang yang terlalu sayang pada orang yang dicintanya. Orang yang tidak bisa move on, adalah orang yang tidak bisa menerima kenyataan bahwa dia harus kehilangan orang yang dicintanya. Aku tidak mau jadi tidak tau diri bagai begitu...
Saat tangan kamu melingkar di pinggangku, dan tangan yang lainnya menopang kepalaku agar terlelap di sana...
Aku merasakan aroma musim semi diikat oleh angin yang berhembus dari permukaan sungai Seine, meniup ujung daun-daun pohon oak, di bawah sinar matahari yang belum terlalu panas.  Kamu tersenyum, mengucapkan sumpah-sumpah mati untuk menjagaku.  Lalu di bawah selangakangan Eiffel bibir kita bertubrukan, mengunci janji-jani itu. Janji-janjiku juga, untuk mencintaimu di setiap kehidupan yang akan menghadirkan kita dan kita lagi.
Lalu pada pagi-pagi berikutnya, kita sama-sama berangkat kerja, mengantarkan Hansel, Gretel, Rapunzel dan Popeye ke TK.  Begitu jam sepuluh tiba, setelah menjemput mereka kita makan siang bersama.  Anak-anak makan sendiri, kamu tetap dalam tugasmu. Menyuapiku!
Nampaknya, harapan kamu untuk kita menua bersama semakin ada dan kini menempel di retina mataku.
Aku sadar kita berdua hanya tanah liat dan takdir kita masih diutak-atik oleh tangan tuhan, tapi tuhan maha baik Ras.  Dia pasti tahu cara membuat ciptaannya tersenyum, seperti kata kamu.  Pencipta tidak mungkin memperburuk ciptaannya.
Sudahlah, sekarang juga sudah malam,  mulut kamu dari tadi sudah mengigau terus “yank, cepet tidur, besok masuk pagi kaaaaannn... zzzzz.... krok.. krok... krok...” hahaa kuliah ku masih libur sayang.
Good night Ras.  Jangan pernah lupa untuk memimpikan ku di sana. Iron Man!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar