Aku pikir ini
saatnya, untukku mengakui. Aku tidak
bisa hidup tanpa kamu. Mungkin pernah aku katakan “aku tidak bisa hidup di
dunia yang tidak ada kamu di dalamnya..” kenyataannya. Aku tidak bisa hidup tanpa kamu. Hidup yang tidak pernah mengenal siapa kamu,
mata yang tidak pernah melihat senyum kamu, telinga yang tidak pernah mendengar
setiap kata “I Love You” dari kamu, atau bahkan hati yang tidak pernah diketuk
cinta Iron Man kamu itu.
Iya, Iron Man. Yang kata kamu artinya Manusia Setrika - an
dalam bahasa Indonesia.
Tapi dia kuat, Ras.
Seperti cinta kamu. Saat dulu, hati aku
kaya pintu neraka. Yang punya tujuh
lapis gerbang, kamu tanpa lelah, terus mengetuk dari waktu ke waktu. Saat pintunya tidak bisa kamu tembus, kamu
punya jendela untuk dicongkel. Semuanya
hanya untuk satu cara, masuk ke dalam hatiku.
Sekarang setelah masuk, rasakan! Kamu tidak akan pernah bisa keluar.
Karena
gerbang-gerbang yang tinggi itu, ruangan yang tidak berpintu dan tidak memiliki
jendela itu memang aku bangun untuk menjebak cinta kamu agar tetap tinggal di
sana. Seperti penjara Azkaban. Bukan North castle nya Snow White. Aku harap kamu tidak pernah menemukan paku
agar bisa kabur dari sana.
Aku tidak mengerti,
Ras. Kenapa aku harus jatuh cinta, pada sesama lelaki. Tapi aku rasa, semakin aku jauh mencari dan
terus mengatakan aku tidak mengerti.
Sejauh itu juga aku akan semakin jatuh cinta sama kamu.
Aku pernah, mencoba
mencari alasan kenapa aku ‘Harus Jatuh Cinta’ sama kamu. Jawabannya sederhana. Karena cinta itu sendiri yang mengantarkan
aku ke tim basket, bertemu dengan kapten nya yang sengak dan sok pamer, padahal
kemampuannya nol setengah. Iya setengah,
karena aku harus sportif dan mengakui three poin kamu emang keren.
Kamu kalau lagi
tidur, capek nya ilang, cemburuannya ilang, bawelnya ilang, dan suka
marah-marahnya ilang. Hanya udara sejuk
yang aku rasakan begitu hidung kamu hinggap di dekat pipiku. Cuma lagi tidur kamu berhenti mengeluh soal
banyaknya pekerjaan kamu, Cuma lagi tidur juga tangan kamu masih bisa menemukan
benda favorit kamu. “benda yang bikin gue nyenyak tidur tiap malem” komen kamu
di foto itu.
Kata kamu: “suatu
saat kita bakalan berhenti mencari-cari jawaban dari pertanyaan bodoh ini” aku
kira inilah waktu yang kamu katakan itu.
Aku lelah jika harus mencari jawaban, kenapa kita berbeda dari orang
kebanyakan. Benar-benar sebuah
pertanyaan bodoh, aku tidak ingin jadi lebih bodoh lagi dengan tidak mengatakan
‘aku tidak bisa hidup tanpa kamu’
Pernah merasa
tersesat di puncak gunung? Tengah malam,
tidak ada teman dan kamu kehabisan makanan??
Aku membayangkan
dunia yang tidak ada kamu di dalamnya bakalan seperti itu. Silahkan pergi. Tapi ikhlaskan aku untuk mengalami hal yang
seperti itu. Aku selalu ingin ada kamu
Ras, selalu ingin melihat senyum kamu, selalu ingin kamu telpon untuk nungguin
di kantor, selalu ingin membuat kantor kamu berantakan, selalu, selalu ingin
tidur di paha kamu saat kamu nyetir.
Begitu banyak hal
yang aku inginkan, yang aku minta, tapi aku sendiri terasa tidak pernah bisa
memberikan apapun buat kamu. Iya, aku
masih membuat kamu marah-marah karena memasukan saos yang banyak ke dalam
mangkok bakso kita, mandi ku yang bisa sampai satu jam padahal kamu harus
segera ke kantor, kamu yang selalu bilang aku teledor saat lupa mengenakan jas
hujan sewaktu bawa motor.
Semua yang kamu
lakukan sangat berarti, yang akhirnya membuatku tidak bisa kehilangan itu
semua.
Aku tidak mungkin
bisa kehilangan orang dungu yang datang ke mama mengaku pacar anaknya, untung
mama tidak serangan jantung siang itu.
Aku tidak akan bisa mencari lagi, orang yang mengajari mulai dari nyetir
sampai balapan. Aku, aku tidak akan bisa
lagi berlari hanya untuk meninggalkan seorang juara marathon di hatiku.
Jika suatu saat,
kamu pergi. Aku hanya akan jadi orang
yang susah ‘Move On’. Karena menurutku
orang yang tidak bisa move on, adalah orang yang terlalu sayang pada orang yang
dicintanya. Orang yang tidak bisa move on, adalah orang yang tidak bisa
menerima kenyataan bahwa dia harus kehilangan orang yang dicintanya. Aku tidak
mau jadi tidak tau diri bagai begitu...
Saat tangan kamu
melingkar di pinggangku, dan tangan yang lainnya menopang kepalaku agar
terlelap di sana...
Aku merasakan aroma
musim semi diikat oleh angin yang berhembus dari permukaan sungai Seine, meniup
ujung daun-daun pohon oak, di bawah sinar matahari yang belum terlalu
panas. Kamu tersenyum, mengucapkan
sumpah-sumpah mati untuk menjagaku. Lalu
di bawah selangakangan Eiffel bibir kita bertubrukan, mengunci janji-jani itu.
Janji-janjiku juga, untuk mencintaimu di setiap kehidupan yang akan
menghadirkan kita dan kita lagi.
Lalu pada pagi-pagi
berikutnya, kita sama-sama berangkat kerja, mengantarkan Hansel, Gretel,
Rapunzel dan Popeye ke TK. Begitu jam
sepuluh tiba, setelah menjemput mereka kita makan siang bersama. Anak-anak makan sendiri, kamu tetap dalam
tugasmu. Menyuapiku!
Nampaknya, harapan
kamu untuk kita menua bersama semakin ada dan kini menempel di retina mataku.
Aku sadar kita
berdua hanya tanah liat dan takdir kita masih diutak-atik oleh tangan tuhan,
tapi tuhan maha baik Ras. Dia pasti tahu
cara membuat ciptaannya tersenyum, seperti kata kamu. Pencipta tidak mungkin memperburuk
ciptaannya.
Sudahlah, sekarang
juga sudah malam, mulut kamu dari tadi
sudah mengigau terus “yank, cepet tidur, besok masuk pagi kaaaaannn...
zzzzz.... krok.. krok... krok...” hahaa kuliah ku masih libur sayang.
Good night
Ras. Jangan pernah lupa untuk memimpikan
ku di sana. Iron Man!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar