Rabu, 18 September 2013

The Way To Our Wedding



Pagi ini, di bawah selangkangan Eiffel, di sela waktu menunggumu…
Ada sepasang seperti kita sedang mengucap janji setia
Rasanya menyenangkan, menjadi penglihat kebahagiaannya
Lalu mampir di kepalaku tentang masa di depan buat kita berdua
Buaian tentang angan – angan yang disebut pernikahan

Akankah

Membayangkan kita berdua yang gelagapan berdiri di atas altar
Pada hari yang tidak direncanakan, senantiasa menjadi si kecil harapan
Yang kita sendiri pun…
Tidak menyangka  hal itu akan datang
Hingga saatnya tiba
Hingga mati, kau dan aku, saling setia
Dan tak pernah lagi bertanya, bahagia itu apa

Haruskah secepat itu? Haruskah kita terburu – buru
Bukankah selama inipun kita telah bersama, sama – sama….

Aku kini, di balik rumpun pohon perdu, juga gugur demi gugur daun – daun berwarna coklat
Hendak memagarimu, menjagamu, melarang siapapun melintasinya
Untuk mendekat pada mu….

Bar macam apa kau ini, sehingga berhasil membuatku mabuk begini
Pertanyaan yang sama ketika di balik pakaian SMA
Kau membuatku jatuh cinta.

Kau yang paling setia, yang tidak bisa digantikan oleh satu, dua, ratusan bahkan ribuan

Pantas rasanya, jika di bawah sini aku melihat langit seakan memandang suatu hari nanti
Kau dan aku, juga dua buah hati kita, berlarian di sini, di taman ini
Membagikan roti pada sayap – sayap jelek merpati
Membagikan kopi untukmu untukku, membagikan susu bagi Langit dan Biru
Juga untuk anjing – anjing kita yang nakal dan lucu
Tanpa omong kosong apapun di masa lalu.

Aku tidak pernah membayangkannya, duduk di sini, di bangku dungu ini
Sendirian dengan laptop di atas selangakanganku membahayakan jutaan sel spermaku
Dengan langkah kakimu menghampiriku sembunyi – sembunyi
Untuk mengagetkanku?
Aku mencintai setiap kejutan sekecil apapun darimu….
Setiap harapan yang kau bawa ke sini, ke hidup ini..
Bahkan yang terjadi hari ini, adalah kejutan paling luar biasa yang pernah terjadi
Kamu merencanakannya dengan sangat baik Ras….

Aku mencintaimu, sangat mencintaimu
Menikahlah denganku.