Minggu, 21 Juli 2013

1 : prolog



Daun yang jatuh, tidak pernah menyalahkan angin
Aku jatuh cinta, kenapa harus menyalahkan takdir??

Aku masih ingin menikmati semua kecemburuan kamu
Masih ingin senyum-senyum sendirian, begitu rindu datang menyerang
Saat meteor-meteor di mata itu meluncur deras
Menembus atmosfer langit di hatiku, yang tak mampu menahannya untuk bertemu
Untuk memelukmu, menikmati harum tengkuk dan lehermu...
Atau lincahnya jari-jari kurcaci itu menggelitik kupingku

Aku masih ingin di sini, begini...
Hanya ada kamu dan aku, mendengarkan keluh kesah nafasmu
Tentang dunia, tentang esok dan lusa
Tentang rencana petualang kita ke langit ke tujuh
Atau tentang empat pasang anak kembar, di rumah kita
nanti....