Daun yang jatuh, tidak
pernah menyalahkan angin
Aku jatuh cinta, kenapa
harus menyalahkan takdir??
Aku masih ingin menikmati
semua kecemburuan kamu
Masih ingin senyum-senyum
sendirian, begitu rindu datang menyerang
Saat meteor-meteor di mata
itu meluncur deras
Menembus atmosfer langit
di hatiku, yang tak mampu menahannya untuk bertemu
Untuk memelukmu, menikmati
harum tengkuk dan lehermu...
Atau lincahnya jari-jari
kurcaci itu menggelitik kupingku
Aku masih ingin di sini,
begini...
Hanya ada kamu dan aku,
mendengarkan keluh kesah nafasmu
Tentang dunia, tentang
esok dan lusa
Tentang rencana petualang
kita ke langit ke tujuh
Atau tentang empat pasang
anak kembar, di rumah kita
nanti....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar