Minggu, 28 Juli 2013

15 : carbondioksida



Satu – satu nya cara melupakan luka adalah dengan sembuh.
Kata mama, meskipun aku tahu ia setengah putus asa mengingatkanku.  Akhirnya di sinilah aku, sendirian.  Tanpa siapapun lagi, tangan ku sedang asyik menggulung kassa.  Menyiapkan perawatan luka beberapa pasien. 
Cara termudah untuk lupa adalah menganggap bahwa tidak pernah terjadi apa – apa.  Aku membiarkan awan gelap berlalu.  Biarkan saja.  Aku juga tahu, mama semakin mengkhawatirkan penurunan berat badanku.  Di sisi lain IP ku terancam.
Aku berusaha sekuat mungkin, hidup sendiri.  Tidak semua menyebalkan, hanya ada dalam beberapa kesempatan aku merasa asing dan aneh melakukannya sendirian.  Seperti ketika lupa tidak membawa handuk ke kamar mandi kemudian berteriak – teriak sendiri memanggil namanya, namun tidak ada seorang pun yang datang. Aku hanya duduk diam di kamar mandi, sadar dan melamun beberapa saat bahwa kini aku sendirian.
Ketika aku hampir kesiangan berangkat ke kampus, lagi – lagi aku berteriak minta dibuatkan sarapan segera namun begitu menatap dapur di sana hanya ada pemanggang roti ataupun wajan yang diam, dia tidak ada.  Ketika ban motor atau mobilku mendadak kempes aku bersungut – sungut kenapa ia tidak dapat mencarikan ban yang lain.
Ketika hendak menonton tv, bersungut – sungut sendirian menyalahkannya karena remote tidak ada.  Biasanya ia yang sering menyembunyikan remote agar ia bisa menonton chanel favoritnya.  Lagi – lagi remote hanya tergeletak tidak berapa jauh dari tempatku berdiri.  Seandainya saja kehilanganya bisa diganti dengan kehilangan remote.
Tapi semua ujungnya sama. Dia tidak ada.
Sebulan ini rasanya hampir seperti putus asa.  Aku melakukan berbagai hal yang tak biasa aku lakukan sendiri.  Aku sadar betapa selama ini aku sudah sangat bergantung kepadanya.  Satu bulan lebih berusaha bersembunyi, kini bulan kedua pun aku tetap sama masih sosok yang sama yang kehilangan banyak harapan.
Keadaan berubah, harusnya aku sadar itu, kini tidak ada dia di sini. Jalan satu – satunya aku harus kuat harus melakukan apapun sendirian.  Aku mulai belajar lagi cara menggunakan sendok, cara makan agar tidak mengotori meja.  Semua hal, mencuci mobil dan motor membersihkan rumah semua kini ku lakukan.
Tuhan tidak sedang diam, ia sedang merencanakan hal – hal yang lain.  Kini semuanya tinggal aku punguti atau aku cari lagi penggantinya.
Namun sesuatu yang sudah tertanam dengan kuat tidak mudah tercabut begitu saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar