Satu – satu nya cara
melupakan luka adalah dengan sembuh.
Kata mama, meskipun aku
tahu ia setengah putus asa mengingatkanku.
Akhirnya di sinilah aku, sendirian.
Tanpa siapapun lagi, tangan ku sedang asyik menggulung kassa. Menyiapkan perawatan luka beberapa
pasien.
Cara termudah untuk lupa
adalah menganggap bahwa tidak pernah terjadi apa – apa. Aku membiarkan awan gelap berlalu. Biarkan saja.
Aku juga tahu, mama semakin mengkhawatirkan penurunan berat
badanku. Di sisi lain IP ku terancam.
Aku berusaha sekuat
mungkin, hidup sendiri. Tidak semua
menyebalkan, hanya ada dalam beberapa kesempatan aku merasa asing dan aneh
melakukannya sendirian. Seperti ketika
lupa tidak membawa handuk ke kamar mandi kemudian berteriak – teriak sendiri
memanggil namanya, namun tidak ada seorang pun yang datang. Aku hanya duduk
diam di kamar mandi, sadar dan melamun beberapa saat bahwa kini aku sendirian.
Ketika aku hampir kesiangan
berangkat ke kampus, lagi – lagi aku berteriak minta dibuatkan sarapan segera
namun begitu menatap dapur di sana hanya ada pemanggang roti ataupun wajan yang
diam, dia tidak ada. Ketika ban motor
atau mobilku mendadak kempes aku bersungut – sungut kenapa ia tidak dapat
mencarikan ban yang lain.
Ketika hendak menonton tv,
bersungut – sungut sendirian menyalahkannya karena remote tidak ada. Biasanya ia yang sering menyembunyikan remote
agar ia bisa menonton chanel favoritnya.
Lagi – lagi remote hanya tergeletak tidak berapa jauh dari tempatku
berdiri. Seandainya saja kehilanganya
bisa diganti dengan kehilangan remote.
Tapi semua ujungnya sama.
Dia tidak ada.
Sebulan ini rasanya hampir
seperti putus asa. Aku melakukan
berbagai hal yang tak biasa aku lakukan sendiri. Aku sadar betapa selama ini aku sudah sangat
bergantung kepadanya. Satu bulan lebih
berusaha bersembunyi, kini bulan kedua pun aku tetap sama masih sosok yang sama
yang kehilangan banyak harapan.
Keadaan berubah, harusnya
aku sadar itu, kini tidak ada dia di sini. Jalan satu – satunya aku harus kuat
harus melakukan apapun sendirian. Aku
mulai belajar lagi cara menggunakan sendok, cara makan agar tidak mengotori
meja. Semua hal, mencuci mobil dan motor
membersihkan rumah semua kini ku lakukan.
Tuhan tidak sedang diam, ia
sedang merencanakan hal – hal yang lain.
Kini semuanya tinggal aku punguti atau aku cari lagi penggantinya.
Namun sesuatu yang sudah
tertanam dengan kuat tidak mudah tercabut begitu saja.
…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar